idealisme!!!
sebuah kata yang selslu di dengung-dengungkan mahasiswa.
seolah-olah kita ingin bahwa "idealisme" tersebut merupakan bagian dari diri kita.
idealisme cenderung kaku dalam mempertahankan prinsipnya.
memang ini penting, tetapi pada saat tertentu kita juga harus menggunakan sifat/prinsip efektifitas. dimana saat ini hampir setiap mahasiswa yang telah keluar dari kampus, baik itu bekerja di perusahaan maupun terjun ke ranah politik, bersedia melunturkan idealisme demi sebuah efektiftas.
efektifitas memang sangat diperlukan di dunia nyata, bukan di kampus. perusahaan akan hancur jika kita tetap mempertahankan idealisme, begitu kata pimpinan perusahaan pada umumnya.
pernah saya membaca sebuah kisah seorang arsitek yang keluar dari perusahaan karena di perusahaan tersebut dia merasa bertentangan prinsipnya.
kurang lebih ceritanya demikian,
seorang muslimah yang baru lulus dari kuliah bekerja pada suatu perusahaan kontraktor. perusahaan tersebut punya proyek pengembangan perumahan. disana dya masih sebagai asisten arsitek, tetapi karena kinerjanya bagus, dia dinaikkan jabatannya.
nah disaat itulah idealismenya di uji. muslimah tersebut merancang sebuah kompleks perumahan perumahan yang luar biasa bagus.tetapi pimpinan perusahaan tidak setuju dan terjadi perdebatan panjang antara mereka.
masalahnya adalah muslimah tersebut meletakkan masjid sebagai tempat ibadah di tengah-tengah kompleks dengan petimbangan hal ini penting buat warga yang ingin beribadah, tetapi pimpinan tidak sepakat adanya masjid di kompleks tersebut. oleh karena itulah muslimah tersebut berontak dan puncaknya dia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
demikianlah sebuah cerita singkat yang membuat kita berpikir dan merenung :
IDEALISME > EFEKTIFITAS
sebuah kata yang selslu di dengung-dengungkan mahasiswa.
seolah-olah kita ingin bahwa "idealisme" tersebut merupakan bagian dari diri kita.
idealisme cenderung kaku dalam mempertahankan prinsipnya.
memang ini penting, tetapi pada saat tertentu kita juga harus menggunakan sifat/prinsip efektifitas. dimana saat ini hampir setiap mahasiswa yang telah keluar dari kampus, baik itu bekerja di perusahaan maupun terjun ke ranah politik, bersedia melunturkan idealisme demi sebuah efektiftas.
efektifitas memang sangat diperlukan di dunia nyata, bukan di kampus. perusahaan akan hancur jika kita tetap mempertahankan idealisme, begitu kata pimpinan perusahaan pada umumnya.
pernah saya membaca sebuah kisah seorang arsitek yang keluar dari perusahaan karena di perusahaan tersebut dia merasa bertentangan prinsipnya.
kurang lebih ceritanya demikian,
seorang muslimah yang baru lulus dari kuliah bekerja pada suatu perusahaan kontraktor. perusahaan tersebut punya proyek pengembangan perumahan. disana dya masih sebagai asisten arsitek, tetapi karena kinerjanya bagus, dia dinaikkan jabatannya.
nah disaat itulah idealismenya di uji. muslimah tersebut merancang sebuah kompleks perumahan perumahan yang luar biasa bagus.tetapi pimpinan perusahaan tidak setuju dan terjadi perdebatan panjang antara mereka.
masalahnya adalah muslimah tersebut meletakkan masjid sebagai tempat ibadah di tengah-tengah kompleks dengan petimbangan hal ini penting buat warga yang ingin beribadah, tetapi pimpinan tidak sepakat adanya masjid di kompleks tersebut. oleh karena itulah muslimah tersebut berontak dan puncaknya dia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
demikianlah sebuah cerita singkat yang membuat kita berpikir dan merenung :
IDEALISME > EFEKTIFITAS
